Hahaha jangan dikira browser ya gan, ini blog ane

Aku Seorang Pemimpi

| Kamis, 09 Desember 2010

Terkadang aku sedikit kesal dengan apa yang aku lakukan...terkandang aku sangat menikmati dengan hal yang aku lakukan....tapi disaat kekosongan yang menghampiri ku hampir aku merasakan kelelahan dengan waktu yang telah banyak terbuang ,,,,,tanpa dapat hasil apapun...terkadang juga aku sangat cemburu dengan apa yang mereka lakukan ,,,tapi mungkin ini lah perjalan yang sangat aneh dalah kehidupan kita,,,inilah lika-liku pengejar mimpi ,,,dengan hal yang ketidak pastian,.,,,dan mungkin bisa saja semua hal yang kita impikan itu tak seperti yang kita inginkan tetapi setiap tindakan yang penuh dengan gairah tak ada yang tak bermanfaat....bisa dibilang aku seorang pemimpi yang besar bisa juga dibilang aku haus dengan mimpi yang indah....tetapi kelakuan dan keadaan ku sangat kurang mendukung dari mimpi-mimpi yang aku letakkan didalam otak ni....maka dari itu setiap langkah kaki yang kuayunkan kedepan maupun kebelakang aku selalu haus dengan tindakan yang bisa menjadi sebuah pelajaran baru, sehingga aku bisa membuat mimpi itu terwujud....cerita seorang pemimpi sangatlah unik karna aku merasakannya bermimpi tanpa mendapatkan kesempatan yang besar....tapi walau seperti itu aku selalu optimis dengan mimpi ku...karna ku yakin...pasti aku akan mendapatkan apa yang aku impikan...selalu mengejar apa yang ku impikan ,,,aku akan selalu mengejar langkah itu dan selalu aku kejar,,,,,optimis basma.....good luckk....cayo rubah lah diri dan isilah waktu luangmu.....semangat...semangat...
nothing is impossible with all our dreams(PEACOCK,dini hari 00.12 jum'at desember 2010)

ID BOOK indonesia bercerita

| Selasa, 23 November 2010

Bercerita Untuk Anak Indonesia

3 jam bersama teman baru, 3 jam juga aku berlaku seperti orang yang sudah ratusan hari bersama. awalnya aku bingung,ini apa????ngapain??? karna aku bingung banget dengan peserta yang hadir..semuanya cuek,,alhasil keluarlah pertanyaan dari ku,"mas,,bentar ye,,,aku mau nanya ni.." Tepatnya sesion kedua setelah istirahat buat sholat magrib,padahal aku dah ikut berdialog malahan aku juga sudah ikut bercerita berdasarkan judul yang ada, "gini mas sebenarnya tim IDcerita tu yang mana aja dan pesertanya yang mana,,???" Aku yang terlihat seperti orang yang kebingungan,,ehhe maklum datangnya telat bayangin aja jadwal nya jam 16.00 eh malah datang jam 17.15,,,alhasil kayak orang sulit beradaptasi tapi untungnya ane selalu cepat dalam situasi seperti itu dengan gaye yang agak narsis dikit sih,,,he,,trus dijawab ma mas yang menguasai forum ini selaku pemateri, "dari 18 peserta yang hadir emang sich dikit tapi menarik bgt lo...karna semuanya kooperatif...ada 7 peserta itu sebanarnya tim kita dan yang lainnya itu adalah komunitas kita dijogja,,,jadi anda salah satu peserta yang asing"...WOW...dengan wajah yang agak sedikit terkejut,,,tapi setelah itu aku segera cuek aja..toh ini adalah sebuah pelatihan,,,bagi ku ini adalah sebuah tindakan agar mendapatkan sebuah pelajaran baru dari keadaan yang seperti itu,,,dalam waktu yang berjalan semua cerita dan dialog selalu berjalan sehingga ada salah satu teman bercerita tentang pengalaman yang tak bisa dilupakan tentang mengejar impian,,,membuat ku sangat tertarik ngeliat perjuangannya sehingga aku juga ikut termotivasi dengan ungkapanya yang dikutipnya dari Walt Disney, ketika ia di Amerika,i can dream it n i can do it....beberapa ulasan juga yang dipaparkan oleh trainer ya seorang pembuat buku free ebook indonesia asal surabaya, bahwa kita dalam bercerita itu harus bisa mempunyai elemen bicara yang diantaranya variasi bicara, intonasi, kecepatan, volume, bahasa tubuh,ekspresi.
ulasan lain pun juga terdengar dari seluruh peserta yang ikut berdialog dalam kekuatan cerita kategori anak* diantaranya memberikan penggambaran yang nyata bisa memikat seorang anak, cerita itu bisa memunculkan sebuah ide baru,dan aku sendiri memberikan ulasan cerita kepada anak pada intinya tak memberi mereka janji,ketakutan sehingga cerita itu bisa bermanfaat sebagai kebahagian karna sebuah cerita itu adalah suatu penghibur.
sangat singkat sekali pelatihan ini bisa disebut juga semacam sharing sihh,,karna waktunya sangat pendek banget dan tak terasa waktu dah menunjukan jam 20.00 waktunya kita untuk pulang,,,sebelum semuanya bubar ni kita tutup dengan permainan yang bisa membuat kita semua terasa seperti keluarga dan dilanjutkan dengan foto bareng,,,,heheheh,,,sip lah buat tim ID cerita,,,sukses selalu,,,moga kita bisa ketemu lagi dan sharing lagi mengenai pengalaman bercerita kita...hehehehe....see u later....

TERNYATA DAERAH KU BEGITU UNIK

| Senin, 02 Agustus 2010


Pada suatu malam saya online di internet pribadi dan bertemu dengan teman sedaerah yang ingin bercerita dan bertukar pikir tentang keadaan daerah kita,dimana kita saling mengeluarkan pendapat masing-masing tentang pergerakan perkembangan dan juga tentang visi yang konyol yang kita kehendaki untuk kemakmuran daerah khususnya kotawaringin barat.
Kotawaringin barat yang mempunyai keanekaragaman tempat adat dan budaya, karna salah satu kabupaten ini bukan terdiri dari satu suku saja melainkan banyak suku-suku berdatangan dan mengais hidup dikabupaten ini, sangat asik kalau kita perbincangkan untuk masalah pemerintahan dan perkembangan daerah kotawaringin barat. Secara kilas mata mendang perjalanan pemerintahan daerah dikotawaringin barat sangat bagus,setiap ada pemimpin daerahnya semua daerah tidak menutup kemungkinan dia mempunyai visi dan misi yang besar untuk menjadikan daerahnya mempunyai potensi yang bisa dinilai oleh negara dan bisa masuk menjadi kelas anutan pemerintah daerah lain, tapi terkadang niat itu hanya sebuah angan dan harapan tanpa adanya pergerakan yang mendukung besar agar sebuah visi-misi itu tercapai.
Coba kita lebih mengamati dan membuka sedikit keunikan yang ada didaerah kami, kotawaringin barat yang sering disebut dengan kata KOBAR dimana sudah beberapa pemimpin bergantian menduduki status kepala daerah dan sangat unik dalam perebutan kedudukan itu tapi kali ini saya tidak mau membahas tentang keunikan bagaimana mereka mencapai kedudukan itu tapi dalam bahasan kali ini sesuai sharing kita diatas,bahwasannya kita cendrung membicarakan tentang pemerataan dari sektor ekonomi dan bagai mana cara meningkatkan dan mengolah ekonomi yang ada diKOBAR menjadi lebih baik dan bisa bersaing dikemudian harinya.
Terlintas pemikiran yang mungkin ini juga yang ada dipikiran orang-orang yang mencintai daerahnya, selagi pemerintahan daerah tak bisa memberikan pemerataan pembangunan, perekonomian dan segala macam asfek dari pemerintahan tentunya banyak kalangan-kalangan yang akan bermunculan dan akan mempunyai suatu visi untuk melakukan pengkotakan maupun pergerakan yang bertujuan untuk melepas diri dari sebuah pemerintahan itu. Tapi sebenarnya hal itu tak harus kita lakukan dan jangan sampai hal itu terjadi karena akan membuat rugi dan merusak nama baik kabupaten Itu sendiri. Kenapa saya bilang akan merusak nama baik kabupaten itu sendiri,tentu saja merusak nama baiknya dikarenakan tidak bisa memberikan yang terbaik untuk kestabilitasan daerahnya sendiri.
Padahal kalau kita teropong daerah ini sangat unik dan banyak yang bisa dikembangkan sehingga kita tidak bertitik pada satu tempat di ibukota kabupaten saja yang mungkin sudah menjadi pusat perkotaan dan segala macam hal perbisnisan, sangat berpeluang besar kalau kita mengembangkan daerah-daerah lainnya contohnya, sebut saja kota KUMAI, PANGKALANLADA, DAERAH PESISIR YAITU BUGAM RAYA dan KOTA WARINGIN LAMA. KUMAI adalah pintu gerbang kabupaten kotawaringin barat tentu saja saya sebut pintu gerbang karna bisa kita lihat dikumai mempunyai pelabuhan besar yang mempunyai fungsi yang sangat besar lihat dari letak dan strategis keberadaannya, apalagi sekarang lagi heboh dan sangat asik diperbincangan dalam media apapun tentang adanya wacana untuk pemindahan ibukota Indonesia ke palangkaraya itu peluang emas yang bisa memujudkan kobar mempunyai pelabuhan internasional tentu saja akan berdampak positif untuk perekonomian dan juga kemakmuran rakyat kita kenapa tidak kalau kita coba perbaiki infrastrukturnya menjadi layak untuk dibilang pintu gerbang daerah kabupaten ini dan juga sangat tidak rugi kalau kita perbaiki dan kita perindah tata kota maupun tata jalan yang mungkin mempunyai jalan yang unik karna banyak sekali jalan-jalan yang bermanfaat untuk menampung air dan mengakibatkan kecelakaan dari sektor pemberdayaan tempat juga banyak sekali yang mendukung karena TNTP tempat wisatawan asing menuju kesana melalui kota kumai,apakah sangat tidak malu kalau tempat ini unik seperti yang saya ungkapkan diatas. Padahal dipemerintah daerah sangat tahu sekali kumai ini adalah pintu gerbang utama yang dilihat pertama kali dari pengunjung atau pendatang yang akan memasuki daerah KOBAR, apalagi wisatawan asing sangat berdampak positif sekali terhadap pendapatan untuk membantu perekonomian daerah.
Pangkalanlada terkenal dengan sebutan daerah transmigrasi yang sudah tidak menutup kemungkin, daerah yang terkenal dengan transmigrasi itu sudah pasti lahan perindustrian, pertaniannya sangat mencolok dan sangat berperan penting untuk perkembangan daerah ini. Bugam raya yang dikenal dengan daerah pesisir mungkin tidak langka lagi kalau daerah pesisir ini yang paling menonjol untuk memperlaju roda ekonomi daerah untuk bisa berkembang lebih makmur lagi dengan lebih memajukan sektor kelautan yang termasuk didalamnya nelayan, pemberdayaan pemanfaat fungsi laut dan segala macam hal, dan juga BUGAM RAYA ini termasuk kedalam sektor pariwisata karena disana banyak sekali pantai-pantai yang indah untuk dikunjungi. Kotawaringin lama dikenal sebagai kota yang mempunyai cerita kerajaan dijaman kerajaan terdahulu sangat banyak sekali tedapat peninggal-peninggalan dijaman dulu yang bisa dijadiin tempat wisata tempat religious dan segala macam.
Jadi dari beberapa daerah yang mendukung perekonomian kemakmuran rakyatnya sangat berpeluang besar untuk bisa diwujudkan tetapi kenapa dari dulu hingga sekarang keadaan daerah kita selalu saja tersendat-sendat seperti kakek-kakek yang sudah tua dan menunggu ajal kematian saja. Mungkin ini dulu yang bisa saya tulis dari seorang yang mempunyai visi konyol untuk menjadikan kotawaringin barat lebih bisa mengembangkan dan memanfaatkan keunikan daerah yang makmur dan diperhitungkan dari daerah-derah lainnya semoga ini bisa dijadiin sebagai renungan dan sebuah wacana kedepan atau sebagai canda tawa semata.

APATIS

| Sabtu, 31 Juli 2010
Dalam kita melangkah untuk mengejar jati diri yang maksimal,,,sangat kita perlukan semangat yang bergelora dan selalu bersikap optimis dalam menghadapi semua halangan rintangan, demi bisa tercapainya sebuah makna kehidupan.tapi dikala kita sedang melangkah dengan beban yang kita emban apakah kita harus menjadikan apatis sebuah icon diri kita?disaat kita selalu mempertanyakan keadaan apakah kita harus selalu merasa ini adalah sebuah penekanan atau hanya sebuah kemalasan. dan seketika pertanyaan tak kunjung datang lagi apakah kita hanya bisa mengandalkan icon diri (apatis),cobalah sedikit kita merenungkan makna dari sebuah perjalanan dan perjuangan.bagaimana sich seharusnya kita akan bersikap. Berikanlah semangat itu kepada diri kita agar perjuangan kehidupan kita bisa lebih bermakna lagi dan akan merasakan perjuangan sejati.
Jangan lah kita buat diri ini menjadi terbuai dengan icon itu karena itu tak pantas menjadi jati diri seorang pemuda(i) dan ingat lah perjuangan nama pemuda(i) dijaman itu...janganlah itu kita jadikan sebuah icon tontonan semata tapi cobalah resapkan kedalam diri kita,,,agar kita bisa lebih memaknai kehidupan dan perjuangan jati diri ini...(perjalanan tak bisa kita nilai dengan sebuah keadaan yang kita lakukan tapi semangat adalah kunci sukses untuk menilai itu semua) jangan lah merasa jenuh dengan apa yang kita lakukan karna itu akan membuat kita menjadi terkebelakang.mungkin apa yang sudah kita lakukan adalah maksimal tapi apakah maksimal itu datang dari arti sebenarnya atau cuma maksimal dalam kata kejenuhan.

Sedikit kutipan yang ane ambil dari buku yang berjudul 5 cm.."biarkan keyakinan kamu, 5 centi meter mengantung mengambang didepan kamu dan sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang menatap lebih bnayak dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat keatas, lapisan tekat yang seribu kali keras dari baja, hati yang berkerja lebih keras dari biasanya serta muluy yang selalu berdoa ,,percaya 5 centimeter dedepan kening kamu."



Salam sahabat yang selalu merasa tak mengerti antara kondisi dan keadaan.

KEBEBASAN BERPIKIR DISALAH ARTIKAN

|

Indah sekali kalau kita bisa berpikir dengan akal sehat tapi berpikir dengan akal sehat itu seperti apa dan bagaimana sampai sekarang pun sulit untuk mengambil kesimpulan itu karena kita bebas untuk berpikir tapi secara logika kita berpikir itu mempunyai makna yang besar setidaknya mencoba untuk bisa berpikir yang baik dan tidak saling merugikan. Berpikir bukan hanya dengan mengunakan suatu kesalahan tapi cobalah berpikir tanpa memandang siapa yang kita dengar dan siapa yang kita liat,jangan lah kita berpikir seperti jalan yang tak ada arahnya seperti jalan yang buntu. Pikiran kita akan membentuk suatu sikap, apabila kita salah dalam berpikir maka sikap kita juga akan melakukan kesalahan padahal buruk baiknya seseorang ditentukan dengan sikapnya.

Kebanyakan orang memandang hanya dari depan jadi yang menonojol adalah karakter dari sikap yang kita buat atau kita lakukan. coba kita sedikit merenung apa keuntungan dari mengambil suatu kesimpulan dalam berpikir kalau kita cuma melihat dan mendengarkan suatu cerita atau suatu tipu daya seseorang yang bisa membuat kita terbodohkan dari IQ kita sendiri,,,kita bisa berpikir, berkreasi dengan luas tapi sementara kita dengan mudah terkena tipu daya yang mungkin sangat merugikan kita...apalah gunanya kita mempunyai mata mempunyai perasaan mempunyai niat,,,kalau cuma bisanya menyimpulkan menyimpulkan dan selalu menyimpulkan sesuatu dengan hal yang picik tanpa kita mengetahui suatu kebenaran yang ada ,,, apakah itu yang dinamakan suatu pemikiran yang mempunyai suatu kecerdasan atau kepintaran (IQ) kalau kita itu hanya untuk dibuat bodoh.....sangat menyedihkan orang yang mempunyai kecerdasan dan terlahir untuk menjadi penerus bangsa yang hanya bisanya menyimpulkan hal-hal yang picik,..,,,bagaimana daerah, kota, negaramu mau maju bung kalau cuma segitu kemampuan kita yang bisanya membuat orang jelek menggugurkan, mencela,,,mencemoooh...,jangan bangga dulu menjadi orang yang besar, orang yang berdidikasai tinggi tapi cobalah pelajari pemikiran kita…

semoga sedikit tulisan tak bermakna ini bisa membuat kita membuka wawasan…dan ingat ini adalah jamannya demokrasi cuy,,bukan dijaman purbakala....lanjutkan kretifitasmu..buat lah bangga dirimu sendiri,,,karna hati juga bisa merasakan suatu pemikiran.


hati tak berucapkan janji,
karna hati tak bisa berjanji,
memberikan isyarat untuk dikaji,
agar selalu bersikap terpuji.


CERMIN POLITIK

|
Sangat asyik kalau kita bergelut dan melihat kenyataan dunia politik, bagi ku politik itu ada sebuah kehidupan yang membuat kita bisa berada didalam realita kehidupan yang membuat kita bisa berpikir bagaimana kehidupan yang nyata. Sekarang kita sudah tak bisa menutup mata lagi telah banyak aksi-aksi masyarakat, mahasiswa yang berbentuk ormas maupun organisasi-organisasi dalam ruang lingkup universitas bahkan dikalangan luarpun telah sering kita perdengarkan nama-nama yang sering menjadi perbincangan masyarakat luas.
Tapi pernah kah kita terbayang seketika kekuasaan itu hadir didepan kita dan suatu tujuan yang berbasiskan dengan niat buat semua kalangan yang bisa menjadikan suatu perubahan. Apakah semuanya itu sudah terwujud? apa hanya omongan belaka yang banyak mengobral janji bagi masyarakat yang tidak mengetahui apa itu janji? alangkah menyedihkan apabila kita berjanji hanya untuk memberi kepuasan semata tanpa memikirkan sebab dan akibat yang akan kita perbuat.
Ada sedikit contoh dalam bentuk organisasi masih banyak yang mementingkan keinginan sendiri tanpa melihat kepentingan orang banyak sehingga cara untuk mencapai keinginan tersebut dilakukan cara-cara yang melangar ethis suatu alur dalam kita berpolitik…walau itu hanya didalam ruang lingkup organisasi kecil, tapi itu semua sudah tidak menutup kemungkinan menyebar luas dari kecil hingga besarnya organisasi, apakah yang seperti itu yang kita inginkan yang hanya bisa bercermin dan selalu bercermin dengan keadaan yang salah? mau dibawa kemana kenyataan ini kalau kita hanya bisa mencontoh dan terus mencontoh tanpa ada suatu perbaikan. kalau kita bisa berpikir, ini suatu tahap untuk kita memulai berpikir kemana harus kita membawa jiwa kita dalam berpolitik, tanpa kita harus berpikir apakah suatu keputusan yang kita buat ini adalah terbaik, mungkin keputusan itu adalah untuk suatu tujuan yang bermakna, tapi apakah kita sadar bahwa keputusan seorang yang idealis dalam dunia aktivis itu adalah suatu keinginan untuk mencari kekuasaan keberadaannya yang cuma mementingkan keinginan sendiri dengan mengatas namakan keinginan orang banyak, agar mereka terasa puas dengan impiannya, apakah semua itu sudah benar???dan masih banyak contoh yang saya rasa semuanya sudah tau tentang tahap bin tahap.
Kita sudah banyak tertidur dengan semua itu karna kita sudah bercermin dengan apa yang sudah terjadi selama ini sehingga suatu angan dan tujuan yang berniat baik akan menjadi suatu musibah bagi seorang penguasa.
Bangunlah jiwa dengan niat yang baik dan nurani yang sehat. Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka di pisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta, terus hidup sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan. Coba kita renungkan kutipan dari Khalil Gibran, Ada orang mengatakan kepadaku, “ Jika engkau melihat ada hamba tertidur, jangan dibangunkan, barangkali ia sedang bermimpi akan kebebasan. “ Kujawab. “ Jika engkau melihat ada hamba tertidur, bangunkan dia dan ajak lah berbicara tentang kebebasan.

saya yang telah lelah dalam keinginan untuk mengetahui arti politik sebenarnya.

(borneoNews) 11/07/10

KEMULIAN KETURUNAN (AHLULBAIT) RASULULLAH SAW

|
Memandang ahlulbait dan keturunan Rasulallah saw. sebagai orang-orang yang mulia sama sekali tidak mengurangi makna atau arti firman Allah swt. dalam surat Al-Hujurat : 13 berikut ini:
يَآ اَيُّهَا النَّـاسُ إنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ اَوْ أنْثىَ وَجَعَلنَاكُمْ شُعُوبًا اَوْ قَبَآئِل َلِـتَعَارَفُوْا, إنَّ أكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أتقَاكُم
“Wahai manusia sesungguhnya Kami menciptakan kamu laki-laki dan perempuan dan Kami jadikan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian terhadap Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu “.
Dan tidak pula mengurangi makna sabda Rasulallah saw. yang mengatakan : “Tiada kelebihan bagi orang Arab atas orang bukan Arab (‘ajam), dan tiada kelebihan bagi orang bukan Arab atas orang Arab kecuali karena taqwa”.
Begitu juga firman Allah Al-Hujurat : 13 dan hadits Rasulallah saw. diatas ini tidak bertentangan dengan surat Al-Ahzab : 33 yang menegaskan :
إنَّمَا يُرِيْدُ اللهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ اَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًا
“Sesungguhnya Allah hendak menghapuskan noda dan kotoran (ar-rijsa) dari kalian, ahlul-bait, dan mensucikan kalian sesuci-sucinya”
Kemuliaan yang diperoleh seorang beriman dari kebesaran taqwanya kepada Allah dan Rasul-Nya adalah kemuliaan yang bersifat umum, yakni hal ini dapat diperoleh setiap orang yang beriman dengan jalan taqwa. Lain halnya dengan kemuliaan ahlul-bait dan keturunan Rasulallah saw. Mereka memperoleh kemuliaan berdasarkan kesucian yang dilimpahkan dan di karuniakan Allah swt. kepada mereka sebagai keluarga dan keturunan Rasulallah saw. Jadi kemuliaan yang ada pada mereka ini bersifat khusus, dan tidak mungkin dapat diperoleh orang lain yang bukan ahlul-bait dan bukan keturunan Rasulallah saw..
Akan tetapi itu bukan berarti bahwa keturunan Rasulallah saw. tidak diharus- kan bertaqwa kepada Allah dan Rasul-Nya. Malah sebaliknya, Allah swt. ber- firman dalam surat Al-Ahzab:30-31 bahwa bila mereka (ahlul-bait) berbuat maksiat akan dilipatkan dua kali dosanya dan bila mereka berbuat kebaikan akan dilipatkan dua kali pahalanya. Dengan memperbesar ketaqwaan pada Allah dan Rasul-Nya mereka ini memperoleh dua kemuliaan yaitu kemuliaan khusus dan kemuliaan umum. Sedangkan orang-orang selain mereka ini dengan ketaqwaan kepada Allah dan Rasul-Nya hanya memperoleh kemulia an umum. Itulah yang membedakan martabat kemuliaan ahlul-bait dan keturunan Rasulallah saw. dengan martabat kemuliaan orang-orang selain ahlul-bait dan keturunan Rasulallah saw.. Ketinggian martabat yang di berikan Allah swt. kepada mereka (ahlul-bait) ini merupakan penghargaan Allah swt. kepada Rasul-Nya junjugan kita Muhammad saw..
Begitu pun juga kemuliaan para sahabat yang setia dan patuh pada Nabi saw. Allah swt. telah menyatakan pujian dan penghargaan-Nya atas kesetiaan mereka kepada Allah swt. dan Rasul-Nya serta keikhlasan mereka dalam perjuangan menegakkan kebenaran Allah swt. dimuka bumi. Hal ini diungkap kan dalam firman-firman Allah swt. (Aali Imran ; 110 ; Al-Baqarah ; 143 ; At Tahrim ; 8 ; Al-Fath ; 18 ; At-Taubah ; 100 ; Al-Anfal : 64 dan lain-lain).
Keturunan nabi saw. merupakan orang-orang yang memiliki fadhilah dzatiyyah (keutamaan dzat) yang dikaruniakan Allah swt. kepada mereka melalui hubungan darah/pertalian nasab dengan manusia pilihan Allah swt. dan paling termulia Rasulallah saw. Jadi bukan pilihan atau maunya mereka sendiri untuk menjadi keturunan nabi saw. dan bukan berdasarkan fadhilah pengamalan baik mereka melainkan telah menjadi qudrat dan kehendak Ilahi sejak mula. Karena itu tidak ada alasan apapun untuk merasa iri hati,dengki terhadap keutamaan mereka. Hal inilah justru yang dipertanyakan Allah swt. dalam firman-Nya:
اَمْ يَحْسُدُوْنَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ
“..Ataukah (apakah) mereka (orang-orang yang dengki) merasa irihati (hasut) terhadap orang-orang yang telah diberi karunia oleh Allah “ (An-Nisa’ : 54)
Orang-orang yang dihasuti dan yang diberi karunia dalam ayat tersebut adalah Keturunan/Ahlul Bait Rasulallah saw. silahkan rujuk:
Syawahidut Tanzil, oleh Al-Hakim Al-Haskani Al-Hanafi, jilid 1, hal.143 hadits ke 195, 196,197,198; Manaqib Al-Imam Ali bin Abi Thalib, oleh Al-Maghazili Asy-Safi’I, hal.467 hadits ke 314 ; Yanabi’ul Mawaddah, oleh Al-Qundusi Al-Hanafi, hal.142, 328 dan 357 cet, Al-Haidariyah hal.121, 274 dan 298, cet.Istanbul ; Ash-Shawa’iqul Muhriqah, oleh Ibnu Hajar Asy-Syafi’i, hal.150 cet.Al- Muhammadiyah, hal. 91 cet. Al-Maimaniyah, Mesir ; Nurul Abshar oleh Asy-Syablanji hal.101, cet.Al-’Utsmaniyah, hal.102 cet.As- Sa’idiyah ; Al-Ittihaf Bihubbil Asyraf, oleh Asy-Syibrawi Asy-Syafi’i, hal. 76 ; Rasyafah Ash-Shadi, oleh Abu Bakar Al-Hadrami, hal. 37 ; Al-Ghadir, oleh Al-Amini jilid 3, hal. 61 dan masih banyak lagi lainnya.
Juga fadhilah dzatiyyah yang dikaruniakan Allah swt. kepada para keturunan Rasulallah saw. sama sekali tidak lepas dari rasa tanggung jawab mereka yang lebih berat dan lebih besar daripada yang harus dipikul orang lain. Mereka ini harus selalu menyadari kedudukannya ditengah-tengah ummat Islam. Mereka wajib menjaga diri dari ucapan-ucapan, perbuatan dan sikap yang dapat mencemarkan kemuliaan keturunan Muhammad Rasulallah saw. Mereka wajib pula menyadari tanggung jawabnya yang lebih besar atas citra Islam dan ummatnya.
Dengan demikian maka kewajiban menghormati mereka yang dibebankan oleh syari’at kepada kaum muslimin dapat diwujudkan dengan sebaik-baiknya. Tidak akan ada kesan bahwa para keturunan Rasulallah saw. menonjol-nonjol diri menuntut penghormatan dari orang lain, karena kaum muslimin yang menghayati syari’at Islam pasti menempatkan mereka pada kedudukan sebagaimana yang telah menjadi ketentuan syari’at. Kami rasa kemuliaan dan kedudukan mereka perlu dipahami oleh kaum muslimin, terutama oleh orang-orang keturunan Ahlul Bait sendiri sebagai pihak yang paling berkewajiban menjaga kemuliaan martabat Rasulallah saw. dan Ahlul Bait beliau saw..
“Suatu kesalahan atau kekeliruan tidak akan disorot oleh masyarakat setajam kesalahan atau kekeliruan yang diperbuat oleh orang-orang keturunan Ahlul-Bait. Apalagi pandangan masyarakat yang dengki atau tidak senang dengan Ahlul-Bait, mereka ini akan lebih memperuncing dan mempertajam kesalahan dan kekeliruan yang diperbuat oleh orang keturunan Ahlul-Bait serta menyembunyikan hadits-hadits yang berkaitan dengan kemuliaan mereka ini.
Ada lagi orang yang karena tidak senang atau dengki kepada keturunan Nabi saw. berani mengatakan dengan konkrit bahwa keturunan ini telah putus dan tidak ada sama sekali atau masih belum konkrit adanya nasab tersebut. Omongan mereka ini menjiplak omongan orang kafir Quraisy kepada Rasulallah saw. waktu putra beliau saw. yang terakhir wafat dan belum sempat memiliki keturunan. Mendengar bisikan-bisikan golongan pengingkar ini kita teringat akan peristiwa nyata pada masa-masa kelahiran agama Islam. Kisah ringkasnya seperti berikut:
“Ketika putera Rasulallah saw. yang bernama Qasim wafat dalam usia kecil, salah seorang tokoh musyrikin Quraisy bernama ‘Ash bin Wa’il bersorak-sorak gembira. Ia bersorak bahwa Rasulallah saw. tidak akan mempunyai keturunan lebih lanjut. Ulah-tingkah dan ucapan ‘Ash bin Wa’il inilah yang menjadi sebab turunnya wahyu Ilahi Surah Al-Kautsar kepada Rasulallah saw. Ayat terakhir surat Al-Kautsar (uraian singkat ayat ini dihalaman berikutnya) telah menegaskan: ‘Sungguhlah, orang yang membencimu itu lah yang abtar (putus keturunan)’. Firman Allah swt. terbukti dalam kenyataan yaitu: Keturunan Rasulallah saw. berkembang-biak dimana-mana, sedangkan keturunan ‘Ash bin Wa’il putus dan hilang ditelan sejarah” ! ‘Ash bin Wa’il sudah tiada bersisa, tetapi teriakannya masih mengiang-ngiang ditelinga golongan pengingkar pembenci keturunan Rasulallah saw. tersebut.
Bila Rasulallah saw. tidak mempunyai keturunan, tentu beliau saw. tidak menantang kaum Nasrani, Najran bermubahalah. Kisah peristiwanya terabadikan dalam Al-Qur’an surat Aali ‘Imran : 61 (baca keterangan singkat selanjutnya). Kecuali ini pun, Rasulallah saw. tidak akan diperintah Allah swt. supaya berkata kepada kaum musyrikin Quraisy: “Katakanlah (hai Muhammad) Aku tidak minta upah apa pun dari kalian kecuali kasih sayang dalam (hubungan) kekeluargaan (yakni keluarga/ahlul-bait Muhammad saw.)”. (Asy-Syura : 23). Ayat Asy-Syura ini turun untuk keluarga Rasulallah saw. yakni Imam ‘Ali, Siti Fathimah Az-Zahra, Al-Hasan dan Al-Husain [ra]. Kita bisa rujuk dalam:
Syawahidut Tanzil, oleh Al-Hakim Al-Haskani Al-Hanafi jilid 2, hal.130, hadits ke 822 s/d 828 dan hadits ke 832, 833, 834 dan 838 ; Ash-Shawa’iqul Muhriqah, oleh Ibnu Hajar Asy-Syafi’i cet.Al-Maimaniyah, Mesir hal. 101,135 dan 136, dalam cet.Al-Muhammadiyah, Mesir hal. 168 dan 225 ; Tafsir Ath-Thabari jilid 25, hal.25 cet.ke 2 Mushthafa Al-Halabi, Mesir, hal.14 dan 15 cet.Al-Maimaniyah, Mesir ; Manaqib Ali bin Abi Thalib oleh Ibnu Al-Maghazili Asy-Syafi’i hal.307 hadits ke 352 ; Dzhakhairul ‘Uqba oleh Ath-Thabari Asy-Syafi’i hal.25 dan 138 ; Kifayah Ath-Thalib oleh Al-Kanji Asy-Syafi’i hal.91,93,313 cet.Al-Haidariyah, hal.31,32,175,178 cet.Al-Ghira ; Al-Fushul Al-Muhimmah oleh Ibnu Shabagh Al-Maliki hal.11 ; Ad-Durrul Mantsur oleh As-Suyuthi jilid 6 hal.7; Al-Mustadrak Al-Hakim jilid 3 hal.172 ; Ihyaul Mayt oleh As-Suyuthi Asy-Syafi’i (catatan pinggir) Al-Ittihaf hal.110 ; Tafsir Al-Qurthubi jilid 16 hal.22 ; Tafsir Ibnu Kathir jilid 4 hal.112 ; Tafsir Fakhrur Razi jilid 27 hal.166 cet.Abdurrahman Muhammad, Mesir jilid 7 hal.405-406 ; Tafsir Al-Baidhawi jilid 4 hal.123, cet.Mushthafa Muhammad, Mesir, jilid 5 hal.53 cet.Darul Kutub, hal. 642 cet.Al’Utsmaniyah ; Tafsir An-Nasafi jilid 4, hal. 105 ; Majma’uz Zawaid jilid 7, hal.103 dan jilid 9 hal. 168 ; Fathul Bayan fi Maqashidil Qur’an oleh Shiddiq Al-Hasan Khan jilid 8 hal.372 ; Yanabi’ul Mawaddah oleh Al-Qundusi hal.106,194,261 cet.Istanbul, hal.123,229,311 cet.Al-Haidariyah ; Fathul Qadir oleh Asy-Syaukani jilid 4 hal.537 cet.kedua, jilid 4 hal.22 cet.pertama, Mesir…Dan masih banyak lagi yang tidak saya cantumkan disini.


ni bukan ane yang buat lo..hehehe....ni ane ambil dari catatan Ibn Hasan Alhabsyi
syukron yang dah mau baca dan share ke yang lainya.....

KEHIDUPAN MAHASISWA DI PERANTAUAN

| Jumat, 11 Juni 2010
oleh abi nazar dan lisa agustina
-------------------------------------------------------------------------------------------------
siapa sih yang gak ingin tinggal dikampung halaman sendiri? ya jelas semua orang ingin tinggal dan hidup dekat dengan orang-orang yang ia cintai, namun kadang orang punya pilihan lain, Pilihan berpisah dengan keluarganya demi menuntut ilmu di daerah lain, sehingga perubahan status pun terjadi dari siswa menjadi mahasiswa. Mahasiswa adalah anggota masyarakat yang berada pada tataran elit karena kelebihan yang dimilikinya, yang dengan demikian mempunyai kekhasan fungsi, peran dan tanggung-jawab. Dari identitas dirinya tersebut, mahasiswa sekaligus mempunyai tanggung jawab intelektual, tanggung jawab sosial, dan tanggung jawab moral.
Awal-awal ketika keberangkatan dan tiba diperantauan sungguh semangat yang sangat besar kita rasakan maklum dompet masih tebal , siap tuk beraksi sehingga kita lupa dengan beban yang kita punya padahal kehidupan anak kampus atau mahasiswa mempunyai banyak problematika, apalagi Mahasiswa perantauan. Sebagai mahasiswa yang berasal dari daerah yang berbeda, tentunya memiliki sebuah ciri khas baik itu secara budaya, maupun pergaulan dengan daerah yang menjadi tempat untuk melanjutkan pendidikannya. Tentunya banyak hal-hal yang dianggap ANEH baik itu secara pergaulan, tutur kata, adat istiadat,dsb. Sebagai contoh: mahasiswa yang berasal dari sebuah daerah yang masih mendepankan semangat kekeluargaan, gotong royong ketika berhadapan dengan sebuah lingkungan yang berbeda atau cenderung individualis tentunya menjadi semacam pertentangan budaya. Dan hal ini tentunya akan saling mempengaruhi mana yang akhirnya lebih dominan. Memang fenomena ini sering kali terjadi pada mahasiswa yang berasal dari suatu daerah yang memiliki ciri khas budaya dalam pergaulan maupun hubungan sosial. Nilai-nilai budaya yang dimilikinya habis terkikis oleh sesuatu budaya yang baru dan tidak sedikit yang menimbulkan dampak yang negatif. Sehingga rasa keingin tahuan budaya orang lain menjadi sebuah tujuan utama dan membuat kita terjerumus dalam gelapnya pergaulan yang mengakibatkan kita bergaul dengan orang/kelompok yang salah (seperti kelompok narkoba, free sex, aliran sesat dll).
Kebebasan mahasiswa perantauan bisa diperkirakan bebas dari pengawasan orang tua ataupun pihak-pihak lain. Tak banyak pula, Mahasiswa perantauan yang menyalahgunakan kebebasan, diantaranya kebebasan dalam mengkonsumsi minum-minuman keras (narkoba) dan free sex merupakan masalah yang paling sering didengar oleh masyarakat. Tidak jarang, kita menemukan mahasiswa perantauan yang berpacaran di dalam kamar kos, sedangkan Mahasiswa perantauan bebas melakukan apa saja di dalam kamar tersebut. Hal seperti ini pun sudah dianggap biasa bagi masyarakat luas ataupun kalangan mahasiswa itu sendiri.
Pergaulan juga berdampak ke dalam diri pribadi mahasiswa itu sendiri. Pergaulan juga bisa mempengaruhi tingkat kemalasan seseorang. Mahasiswa yang bergaul secara berlebihan bisa mengakibatkan mereka malas dalam berbagai hal. Dari malas belajar, malas beribadah ataupun malas jenis yang lain. Malas belajar mengakibatkan nilai IPK mereka anjlok dan kuliah yang keteteran. Selain itu, pergaulan yang berlebihan juga mengganggu waktu beribadah mahasiswa. Sehingga tidak jarang bila mendengar alasan klasik mereka ketika ditanya mengenai intensitas beribadah mereka. Pergaulan yang bebas sangatlah membahayakan diri pribadi mahasiswa itu sendiri. Sehingga sangat dibutuhkan perhatian yang ekstra dari berbagai pihak agar tidak merugikan diri sendiri, keluarga, agama dan masyarakat. Beda halnya bagi Mahasiswa perantauan yang memiliki niat untuk menjadi seorang mahasiswa yang baik dan mengikuti kegiatan-kegiatan yang bersifat positif seperti mengikuti organisasi-organisai kampus, daerah (IKPM), pengajian, kajian, dakwah ataupun kegiatan yang lain. Sehingga bisa mencetak mahasiswa yang berkompeten dalam berbagai bidang.
Problematika-problematika para mahasiswa perantauan yang telah diuraikan diatas, diharapkan bisa menjadi bahan renungan bagi para orang tua ataupun pihak – pihak yang terkait, untuk tidak hanya memberikan kebebasan saja tapi juga tetap mengontrol Mahasiswa perantauan agar hal-hal yang tidak diharapkan terjadi pada diri Mahasiswa perantauan. Berdasarkan pendapat-pendapat mahasiswa yang berada di perantauan bahwa permasalahan-permasalahan seperti itu bisa teratasi dengan dukungan dari para orang tua. Bila masa muda Mahasiswa perantauan sudah rusak, maka siapa lagi yang bisa meneruskan perjuangan bangsa ini ????? cuussss hati kami telah lelah tu merangkai kata..dah..

Mencari ilmu sungguh berarti
Tapi tak lupa memberi hati
Meraih mimpi adalah harapan sejati
Tapi tak lupa berhati-hati (SAN)

Rakyat jangan dijadikan korban muslihat politik

| Kamis, 18 Maret 2010
Ane copas dari catatanye..cuma sekedar untuk memperluas aje ni..

Oleh Dr Juanda Jaya

PERHIMPUNAN haram sering menyusahkan rakyat dan pasukan keselamatan.

APABILA keadaan negara menjadi huru hara oleh anarkis keganasan, aksi teroris, jenayah pemberontakan politik yang berbau perkauman, gangsterisme, bahaya komunis dan bahaya ajaran sesat, tidakkah semua orang menjadi takut dengan laungan demokrasi yang mau membebaskan segala-galanya? Bahkan dalam setengah keadaan tidak ada undang-undang yang boleh menjerat mereka sebagai pembuat masalah walau pun data dan maklumat membuktikan mereka bersalah dan mendatangkan musibah.

Kononnya kuasa di tangan rakyat, tetapi persoalannya rakyat siapa dan yang bagaimana? Adakah segelintir rakyat yang ditunggangi oleh pihak tertentu yang bermatlamatkan hanya ingin menjatuhkan kuasa dan mengangkat kuasa baru yang mungkin lebih memudaratkan bangsa daripada yang sebelumnya. Atau rakyat yang mudah percaya dengan isu tidak bertanggungjawab daripada internet yang berunsur hasutan, tuduhan dan sampah sarap maksiat. Sehingga boleh menyebabkan seseorang mengalami gangguan psikologi akibat interaksi panas dengan isu semasa di dunia maya tanpa aturan ini.

Rakyat dan umat Islam yang terbabit dalam meluruskan hala tuju kemajuan umat agaknya sudah diracuni pemikiran yang terlalu mengagung-agungkan demokrasi tanpa batas, tapi sayang demokrasi yang dibela kadang-kadang memakan diri.

Apabila umat Islam meneliti sejarah pertumpahan darah sesama sendiri yang pertama setelah Islam dibina, kita melihat golongan minoriti bermentaliti Khawarij berperanan besar dalam menggulingkan kekhalifahan Uthman bin Affan.

Sejarawan ulung al-Imam Al-Tabari, Ibnu Kathir dan selain keduanya menyatakan: “Sesungguhnya Uthman enggan menanggalkan jubah yang telah dipakaikan Allah kepadanya iaitu jawatan Khalifah. Kerana tidak mahu melihat umat bermusuhan sesama mereka dan kemudian melantik golongan yang bodoh sebagai pemimpin yang mereka pilih yang akan menyebabkan kacau bilau dan kerosakan. (Riwayat Imam Ahmad, Al-Tirmizi disahihkannya dan Ibn Majah daripada al-Nu’man bin Basyir daripada Aisyah. Ini disebutkan oleh Ibnu Kathir dalam al-Bidayah wan Nihayah 17/180,181,208. Cetakan Maktabah Al-Ma’arif, Beirut).

Uthman bin Affan tahu bahawa penentang yang menuntut beliau meletakkan jawatan adalah golongan minoriti yang marahkan beliau dan mereka bersikap tergesa-gesa. Sewaktu beliau menolak untuk menyahut permintaan mereka, sebenarnya beliau mampu mengarahkan penyokongnya menghalang kehendak penentang itu, namun beliau enggan melakukannya. Pada waktu itu telah berkumpul ramai pahlawan dari kalangan sahabat dan anak mereka dari kalangan Muhajirin dan Ansar untuk membantu dan membela beliau.

Khalifah didatangi cucunda Nabi Muhammad SAW, al-Hasan dan al-Husain dan Abdullah bin Umar yang berdiri di sisinya dan mahu membela beliau. Tetapi beliau melarang menghunuskan pedang di antara umat Islam. Beliau mengambil keputusan untuk mengorbankan dirinya demi perpaduan umat Islam.

Kumpulan yang berjuang menggulingkan Uthman telah dieksploitasi oleh golongan yang mengikuti hawa nafsu dan menentang Islam secara sembunyi. Kumpulan inilah yang akhirnya berperanan mempengaruhi kekuasaan selepas itu. Dan ternyata mereka amat kejam dan jauh sekali dari sifat kerajaan sebelumnya. Ramai ulama yang dipenjarakan, dibunuh dan dipaksa mengeluarkan fatwa yang menyokong keyakinan Khawarij. (Dr. Yusuf Al-Qaradawi, Min Fiqh Daulah Fi Al-Islam Dar al-Syuruq, Kaherah)

Alangkah berbahaya golongan serpihan minoriti yang berselimutkan pejuang demokrasi dengan jarum beracun menabur fitnah, pembohongan dan penipuan di dalam masyarakat. Membuat huru-hara di mana-mana, hingga menjejaskan perpaduan umat, melemahkan kekuatan bangsa, merobohkan kedaulatan Islam dan akhirnya mungkin melenyapkan kekuasaan Islam sama sekali dari tanah air sendiri.

Kaki internet, blogger fitnah, kutu-kutu facebook yang meloncat kepanasan oleh isu politik inilah yang ramai menjadi dalang di sebalik keruntuhan Islam. Caci-maki, telanjang-menelanjangi, menjadi halal dan berkat bagi mereka. Unsur ‘fatabayyanu’ yang diajarkan al-Quran tidak lagi jadi pegangan oleh umat Islam disebabkan oleh sepak terajang pengamal kebebasan tanpa sempadan. Demokrasi mengatasi keluhuran syariat agama, akhlak dan adab, semuanya di kubur hidup-hidup oleh nafsu kebebasan yang diagungkan.

Mereka lupa dengan amaran Allah Taala yang berfirman maksudnya: “Wahai orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Surah Al-Hujurat ayat: 6)

Islam sama sekali tidak menentang demokrasi, tetapi idea dan perjuangannya tidaklah boleh menghalalkan segala cara. Jika dengan menabur fitnah, rasuah, bersubahat dengan musuh Islam yang nyata memerangi atau dengan cara mencetuskan provokasi politik ganas asalkan sampai kepada matlamat, maka ini bukan demokrasi yang diperakui oleh Islam.

Rakyat yang tertipu dengan slogan yang dilaungkan oleh pelakon politik terkenal akhirnya menjadi korban. Kemajuan negara terbantut oleh perebutan kek ekonomi antara kaum, kemiskinan tidak sempat dihapuskan oleh kerana sibuk menelanjangi parti lawan, pendidikan generasi bangsa diperjudikan kerana desakan kepentingan politik tertentu, isu tuduh-menuduh rasis antara kaum, munculnya pihak yang berani menyambut hangat salam komunisme dan baru-baru ini keselamatan negara digugat oleh isu Akta Keselamatan Dalam Negeri (ISA) yang menjadi kontroversi dek mencari populariti dan pangkahan undi.

Namun, tidaklah fenomena ini menjadi dalang kemunduran umat seratus peratus. Bahkan ia membuka mata dan hati rakyat untuk menimbang, memilih dan memutuskan jalan mana yang membawa manfaat lebih banyak dari mudaratnya. Rakyat menjadi matang dan berani mengikis tembok berduri antara rakyat dan pemerintah. Pemerintah yang berkuasa juga semakin berhati-hati dan sudi menyelongkar aib sendiri supaya tidak menjejaskan kreadibiliti pemerintah di mata rakyat.

Parti pembangkang perlulah memainkan peranan membantu pemerintah supaya bekerja dengan bersih dan ikhlas walaupun tidak dinafikan unsur sentimen kadang-kadang menjejaskan kerjasama bersih di antara mereka. Akan tetapi, jika mereka sama-sama bermuhasabah dalam suasana politik yang bersih, setidak-tidaknya akan tercipta kestabilan demi kemajuan agama, bangsa dan negara.

Rakyat menjadi saksi atas kerja yang mereka lakukan, mata-mata yang meneropong akan sentiasa jaga bagi mengawasi penyelewengan yang mungkin berlaku secara senyap. Dalam hal ini Alah SWT telah berfirman yang bermaksud:

“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. dan berjaga-jagalah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu.” (Surah Al-Maidah ayat: 49)

Jika wujud penyelewengan, nasihat dan protes diajukan mestilah mengikut lunas agama dan undang-undang, yang menolak dengan keras pencerobohan hak asasi manusia, unsur-unsur fitnah dan keganasan. Rakyat hendaknya amanah dan bijak menggunakan saluran yang disediakan pemerintah supaya mereka tidak dieksploitasi oleh suatu golongan yang mahukan perpecahan dan kegawatan sebagai jalan mencapai matlamat tertentu setelah keadaan menjadi anarkis dan kacau bilau.

K M M B K

|

Kehormatan Mencengah Manusia Berbuat Kejahatan


KITA tidak boleh takbur dan mencari nama, tetapi kita tidak dilarang berusaha mencari kehormatan dengan memperbaiki budi sendiri. Gila hormat tidak boleh. Tetapi menjadi orang yang terhormat, haruslah menjadi tujuan hidup.

Lantaran jasa baik dan budi yang tinggi, kita harus beroleh kehormatan daripada sesama manusia. Kehormatan serta pandangan orang kepada kita dapat mendorong hati berusaha membuat yang lebih indah dan bagus.

Bagaimanapun, apabila kita melangkah dan berhasil, akan ada saja orang yang dengki. Ada yang sayang dan tidak kurang membenci. Orang yang benci itu, kerana mengakui kemuliaan dan kehormatan yang kita peroleh serta berusaha menghilangkan rasa hormat itu.

Oleh itu, ditekankan untuk selalu berusaha meningkatkan budi pekerti tinggi. Kehalusan dan ketinggian budi pekerti akan membuat lebih ramai orang sayang, begitu juga yang bakal membenci karena iri hati.

Pepatah Arab berbunyi:

“Agama menjadi sendi hidup, pengaruh menjadi penjaganya. Jika tidak bersendi, runtuhlah hidup dan kalau tidak berpenjaga, binasalah hayat. Kerana orang yang terhormat itu, kehormatannya itulah yang melarangnya berbuat jahat.”

Lantaran menjaga kehormatan dan serangan yang bertubi-tubi timbullah perjuangan sengit, mempertahankan kehormatan sambil menjaga budi pekerti. Perjuangan itu sulit dan hebat, tetapi jika tidak diteruskan, kita akan menyesal kerana bahagia akan terasa dalam perjuangan tadi.

Sumber: Tasauf Moden oleh Prof Dr Hamka

Sejarah Kota Kumai

| Minggu, 14 Maret 2010
dikutip dari wikipedia, mungkin sejarah ini sudah banyak yang berubah sehingga ada beberapa keterangan yang sudah tidak valid dan andai ada salah kata penulisan dan terjemahan yang kurang, saya mohon maaf. bagi yang mengetahui lebih jauh tentang kota kumai atau sejarah kumai tolong kasihkan komentar.ok

Kumai adalah sebuah daerah administratif di Indonesia. Kata Kumai berasal dari frasa "kembali ke pangkuanku." Dalam bahasa Bugis berarti "kembali ke pangkuan saya."

Sejarah :

Kumai pernah menjadi bagian dari Monarki Kotawaringin. Ini pada awalnya dipimpin oleh Pangeran Bendahara, yang kemudian memberikan Kumai kepada Muhammad Cik, Pemimpin Kumai. Cik lalu memberikan posisinya untuk Amsar, yang telah dipilih untuk menjadi Camat Kumai.Kumai adalah sebuah basis untuk menyerang para pejuang Indonesia Belanda dan Jepang pada tanggal 14 Januari 1946. Banyak tentara tewas di dasar, tapi itu dipertahankan. Untuk memperingati pertempuran, pemerintah membangun sebuah monumen dan Taman Taman Bahagia di Sei. Di Tendang, dan pada setiap tanggal 14 Januari, orang-orang merayakan di taman untuk mengingat prajurit Kumai. Bupati Kobar yang selalu hadir.
Kemudian, Bupati H. Abdul Razak menandatangani peraturan daerah tentang pembentukan Daerah dalam rapat dewan pleno. Tujuh fraksi pendukung dewan setuju dan menerima Raperda yang membagi Daerah Kumai ke daerah-daerah tertentu: Pangkalan Lada, Pangkalan Banteng, dan Kumai sebagai Daerah utama. Razak kemudian menjelaskan, "Dengan membentuk dua kabupaten baru, kami berharap dapat mendukung pelayanan publik dalam urusan pemerintahan, masalah pembangunan dan sosial."

Pemerintah dan politik

Motto:
Moto Kumai adalah "Beriman," yang merupakan akronim dari Bersih (bersih), Indah (indah), Rama (bersosialisasi) dan Aman (damai). Motto itu sendiri biasanya diterjemahkan sebagai "agama".

Fasilitas
Jalan di seluruh kabupaten bervariasi, tapi tetap memadai. Penduduk sering menyewa mobil atau "Mikrolet", kendaraan pribadi dll untuk perjalanan antara kota-kota.
Transportasi banyak terjadi di sungai. Pelabuhan Panglima utar menghubangkan antar-pulau untuk transportasi laut, dan tempat impor dan ekspor masuk dan meninggalkan Daerah KUmai. Pelabuhan lain termasuk CPO dan Pelabuhan ferry di Sei. Tempenik. Barang dan orang juga diangkut pada berbagai sungai di seluruh kabupaten.
Layanan listrik tersebar di seluruh wilayah, dan sementara banyak warga minum air dari PDAM dll.

Kepala Distrik Kumai
1. Drs. Gusti M. Imansyah (2002-sekarang)
2. Yunus B. A. (2000-2002)
3. Drs. Sukarman Agani (1997-2000)
4. Gusti Suharman (1994-1997)
5. Abdul Muis (????- 1994)
6. Ahyar --
7. Asbullah --
8. Amsar --

Geografi
Kumai memiliki luas wilayah sekitar 2.921,00 km ². Di sisi utara, yang Kumi bersebelahan dengan ARUT UTARA. Kabupaten Seruyan adalah ke Timur, Laut Jawa di Selatan, dan ARUT SELATAN ke Barat.

Topographics
Wilayah utara dari Kota Kumai sebagian besar terdiri atas dataran subur. Pusat dan daerah selatan yang basah, dan terdiri dari rawa, danau, dan berbagai badan air.

Iklim
Ada dua musim di Kumai, yaitu musim kering dan hujan. Suhu rata-rata sekitar 20-30 derajat Celsius, dan kecenderungan bukit/puncak adalah sekitar 0-100 m dan 0 sampai 80%.

Demografi
kota kumai adalah Kota terbesar di Kabupaten Kotawaringin Barat, dan dibagi menjadi tiga daerah: Kumai, Pangkalan Lada dan Pangkalan Banteng. Masing-masing daerah adalah sekitar 4,456 km ². Jumlah penduduk 39.086 jiwa (berdasarkan wikipedia), Jumlah penduduk tahun 2007 sebesar 43.644 jiwa, yang tinggal di Kumai. Kumai memiliki 155 RT (lingkungan unit administratif), dan 23 RW (unit administrasi kependudukan).
Kota kumai beribukotakan di Kumai. Hal ini dibagi menjadi tiga kelurahan dan empat belas desa. Kelurahan Kumai Hulu, Kumai Hilir dan Candi. Desa adalah Sei. Cabang, Teluk Pulai, Sei. Sekonyer, Batu Belaman, Pangkalan Satu, Kubu, Sei. Bakau, Sei. Bedaun, Teluk Bogam, Keraya, Sebuai, Sei. Kapitan, dan Bumiharjo.
Mayoritas orang melayu dan Banjar. Yang lainnya adalah Madura, Jawa, Bugis, Sunda, Dayak, Cina dan beberapa warga negara asing (sukarelawan, peneliti dan wisatawan).

Agama
Mayoritas orang-orang adalah Muslim (85%). Lain Hindu, Budha, dan Kristen (Protestan dan Katolik). Ada 33 masjid Muslim di Kota Kumai, 83 masjid kecil, tiga gereja dan satu rumah ibadah Budha-Hindu.

Bahasa
Bahasa kumai(Bahasa pesisir) adalah bahasa sehari-hari Kumai. Bahasa kumai mirip dengan bahasa Banjar karena beberapa warga berasal dari Banjar karna kumai Menjadi sebuah kota pelabuhan dan tuan rumah bagi banyak imigran, bahasa Kumai sangat bervariasi.

Pekerjaan
Warga Kumai memiliki berbagai pekerjaan. Pada umumnya mereka bekerja sebagai nelayan, namun beberapa juga bekerja sebagai petani, PNS (Pegawai Negeri Sipil Umum), ABRI, pedagang, peternak hewan, penambang, atau karyawan di perusahaan-perusahaan swasta yang panen kelapa sawit dan / atau kelapa.

Seni dan budaya
Tirik adalah bentuk puisi populer di Kota kumai khususnya kumai Hulu.
Musik dan tari adalah pusat kebudayaan Kota Kumai adalah Hadrah adalah bentuk musik Islam yang menggunakan rebana. Japin adalah tarian tradisional dari orang Melayu yang masih dilakukan Kota kumai.
Beberapa acara adat tahunan diantaranya harfiah "pembersihan benua" yang diadakan setiap tahun oleh nelayan setempat.

Tempat rekreasi

Taman Nasional Tanjung Puting
Tanjung Putting adalah sebuah kawasan konservasi yang melindungi berbagai besar tanaman, hewan dan ekosistem yang terkait. Ini adalah kawasan lindung terbesar dari hutan rawa di Asia Tenggara.
Tanjung Puting pertama menerima tingkat perlindungan pada tahun 1935, dan secara resmi ditetapkan sebagai suaka alam pada tahun 1939. Pada tahun 1982, ia dinyatakan sebagai taman nasional.
Taman ini didirikan terutama untuk perlindungan Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus), dan pembentukan dibantu oleh Dr Birutė Galdikas dan Orangutan Foundation International. Ketika wilayah ini menjadi taman nasional, Tanjung Harapan pindah ke sisi lain dari Sungai Sekonyer (melintasi daerah asal). Lebar asli taman itu 3,000.4 km ². Dalam lokasi baru, itu meningkat menjadi 4,150.4 km ².
TNTP menerima bantuan dari Orangutan Internasional Kanada, dan ini diakui sebagai Cagar Biosfer Dunia oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tanjung Puting menempati sebagian besar semenanjung antara Teluk Kumai dan Sungai Seruyan, dan terdiri dari berbagai habitat termasuk rawa gambut dan hutan air tawar, dataran rendah hutan hujan tropis dan kesehatan hutan. TNTP adalah terkuras oleh beberapa sungai air hitam yang mengalir dari utara dan timur daerah.
Taman Nasional Tanjung Puting terkenal terutama karena dua primata: orangutan dan bekantan (endemik Kalimantan). Di Camp Leakey, penelitian dilakukan pada orangutan, owa, binatang lain dan proses-proses ekologi. Orangutan juga direhabilitasi dan kembali ke alam bebas dari kamp ini. Sejak 1971, lebih dari 200 orangutan telah dikembalikan ke liar sebagai bagian dari Dr Birutė Galdika's Orangutan Research and Conservation Project.

Taman ini dibagi menjadi empat wilayah, masing-masing menyoroti yang berbeda dari sumber daya alam Mereka adalah:

1. Tanjung Harapan. Wilayah ini dikembangkan untuk ekowisata, dan tuan rumah pusat informasi, wisma tamu, menonton menara dan camping ground. Dengan bepergian sepanjang tepi sungai, orang dapat melihat formasi nipah, sekrup pinus dan hutan rawa. Hiking dan menonton burung juga sedang populer.

2. Pondok Tanggui. Daerah ini adalah rumah bagi pra-remaja liar dan orangutan. It host berbagai jenis binatang seperti rusa, babi, burung Rangkong (badak), Raja Udang Sesep Madu burung dan burung. Selama perjalanan dari Tanjung Harapan ke Pondok Tanggui, salah satu melewati habitat dari monyet bekantan dan buaya muara (Crocodylus porosus dan Tomistoma schlegelli).

3. Camp Leakey. Daerah ini dikhususkan untuk penelitian dan rehabilitasi orangutan dewasa. Sangat cocok untuk menyaksikan pra-liar atau rehabilitasi orangutan liar. Spesies lain yang dapat dilihat di daerah ini termasuk owa-owa, elang botak, burung Sesep Madu, dan Hornbill (Enggang) atau Rangkong.

4.Pantai Sungai Cabang. Daerah ini terletak berdampingan dengan pantai pasir putih. Kerja dan pemeliharaan pondok yang terletak di sini, bersama dengan rumah tamu, pusat informasi, tempat berlindung, menyaksikan menara, kamp tanah, dermaga dan berbagai kegiatan wisata lainnya.

dan adapun tempat wisata yang berada dikota kumai diantaranya

Bugam Raya
Bugam Raya yang mencakup pantai Kubu, Teluk Bogam, dan Keraya dan Sungai Umbang daerah pesisir. Bugam Raya adalah kabupaten Kotawaringin Barat,Wilayah ini panas dan terpencil padang rumput, yang disebut "alang-alang" di Indonesia.

Desa Kubu :
Desa kubu adalah sebuah pantai dan begitu banyak warga nelayan.

Sungai Umbang :
Sungai umbang merupakan area yang populer karena banyaknya pohon bakau.

Keraya
Air terjun dari bukit-bukit dan ladang-ladang dari pedesaan Keraya ke laut. Ini merupakan area yang populer untuk menyelam, surfing dan memancing.

Sei. Cabang pantai
Pantai di Sei. Cabang ini dikenal dengan bersih, pasir putih. Ini didirikan oleh Friends of Nation Park Foundation (FNPF) sebagai kawasan konservasi penyu hijau.

Sei. Rengas
Sei. Rengas adalah wilayah yang diisukan berisi harta karun, meskipun tidak ada informasi penting menegaskan hal ini.

George A. Winke 's makam (Sei. Kapitan)
Sebuah makam untuk memberikan kehormatan kepada Kapten George A. Winke, seorang tentara Belanda yang dimakamkan .
(wikipedia)

sangat sayang sekali kalau kota kumai ini tidak ada perkembangan yang begitu pesat karena kalau dipandang dari sejarah Kumai adalah kota yang bersejarah yang mungkin bisa dijadikan kota yang lebih maju dan pesat. banggalah yang lahir dikota kumai karena kumai adalah kota yang penuh dengan sejarah yang sangat perlu kita perjuangkan untuk membuat kota ini menjadi kota layak tuk bersaing dibumi pertiwi tercinta.

Kesehatan Jiwa di Kehidupan Moderen

| Sabtu, 13 Maret 2010

Dengan kemajuan zaman, problem-problem pribadi dan sosial dalam kehidupan manusia bukannya berkurang, tetapi sebaliknya, bahkan bertambah sehingga mengganggunya untuk mencapai kebahagiaan hidup yang diidam-idamkan. Perang (dalam maupun luar negeri), pergolakan ekonomi (inflasi,dan sebagainya) perilaku anti sosial (perampokan,penganiayaan, perkosaan, dan sebagainya), ketidakserasianpenerapan hukum dan peraturan, hidup berkeluarga yang bermasalah (percekcokan, perceraian, kekerasan dalam keluarga, hidup bersama tanpa nikah, dan sejenisnya) semuanya menambah disilusi (kekecewaan yang mendalam), kesulitan atau ketidakmampuan untuk menegakkan nilai-nilai social kultural dan melaksanakan program yang berorientasi filsafat sosial, semuanya secara bertumpuk-tumpuk memicu konflik dan stres ( ketegangan yang tidak pernah reda secara spontan). Situasi seperti itu mengakibatkan kondisi maladjustment (keadaan ketidaksesuaian diri dengan lingkungan), yang dinyatakan secara jasmaniah (seperti kondisi sakit atau kurang sehat hingga terpaksa tidak masuk bekerja atau bekerja tidak efektif ) atau melahirkan perilaku menyimpang; kepribadian yang “agak aneh” hingga kurang diterima oleh lingkungan karena dinilai “kurang wajar”. Dapat disaksikan orang-orang yang “pusing”,”bingung” dan “bengong” menghadapi situasi yang menegangkan.

Banyak di antara mereka jelas menyatakan dirinya tidak berbahagia,terpaksa hidup terus walaupun tidak melihat masa depan yang cerah, mereka kehilangan kekuatan mental emosionalnya untuk hidup tenteram, damai dan sejahtera cukup banyak orang yang mengalami dan memperlihatkan penyesuaian diri secara pribadi maupun sosial yang “kurang pantas” dan “kurang berkenan” terhadap orang lain. Mereka yang tergolong berkelakuan tidak efisien atau “kurang wajar” tersebut, mungkin tidak perlu dirawat, tetapi jelas memerlukan bimbingan mental sehingga dapat dikembalikan ke garis kehidupan yang “lebih normal” dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

MASALAH-MASALAH YANG MENGHAMBAT PENYESUAIAN DIRI

Perilaku tidak hanya tergantung pada dorongan motivasi diri, banyak hambatan dan halangan di sekitar kita baik yang eksternal (luar diri kita) maupun internal (dalam diri kita). Jika suatu dorongan atau keinginan manusia dihambat atau dihalangi, akan timbul stres. Stres dapat dianggap sebagai suatu keharusan untuk menyesuaikan diri, yang dibebankan pada individu. Keadaan, yang merupakan kekuatan atau keharusan untuk menyesuaikan diri, dianggap sebagai stressor yang dapat bersifat internal atau eksternal; biasanya tidak hanya satu stressor saja yang membebani individu tetapi beberapastressor sekaligus.

JENIS – JENIS STRESSOR

Ada dua jenis stressor yang diketahui, yaitu stressor biologik dan stressor psikologik, tetapi kebanyakan bersifat psiko-biologik. Infeksi dapat dianggap stressor biologik yang mengharuskan sistem pertahanan jasmani orang itu menangkalnya. Sama halnya dengan rasa berdosa atau rasa bersalah, yang merupakan stressor psikologik; stressor demikian mengharuskan sistem “Diri-Aku” ( Ego system ) melakukan pertahanan (defense) agar dapat berfungsi seimbang (normal) lagi. Jika tidak berhasil, maka individu itu akan mengalami kegoncangan mental. Stres dapat berpengaruh baik pada individu secara tersendiri, maupun pada sejumlah individu secara kelompok, umpamanya stres ekonomi atau stres bencana alam (tsunami, gunung meletus, banjir dan sebagainya) membebani baik individu maupun kelompok secara cukup berat.

SUMBER-SUMBER STRESSOR

1. Frustrasi Eksternal (Frustrasi = kekecewaan yang mendalam).

Hal ini terjadi bila alam bergolak sangat berat: badai, kebakaran, gempa bumi, tsunami, kecelakaan beruntun, terutama sekali bila disertai kematian mereka yang sangat dicintai dan dekat dengan yang bersangkutan. Halangan atau stres eksternal yang hebat di antaranya perang (atau perang saudara), depresi ekonomi (inflasi, dan sebagainya) persaingan yang terlalu tajam atau ketat, perubahan zaman (umpama dari situasi rural ke urban) yang terlalu cepat, ketidakstabilan hukum dan keamanan, semuanya mengakibatkan frustrasi.

Juga dapat berupa perlakuan hukum tertentu karena dianggap melanggar UU atau Peraturan Negara. Penyimpangan seperti pencurian, korupsi, agresi terhadap orang lain, dan sebagainya, semuanya dapat rnengakibatkan hukuman (yang lebih lanjut mengakibatkan kehilangan status sosial, kehilangan pekerjaan, masuk penjara, dan sebagainya), yang semuanya mencetuskan frustrasi yang sangat mendalam. Juga ketidak berhasilan memenuhi tugas pekerjaan, pendidikan dan lain-lain dapat mengakibatkan frustrasi.

2. Frustrasi Internal

Berbagai keterbatasan pribadi juga menimbulkan frustrasi: kendala fisik (physical handicaps), kurangnya inteligensi dan konsentrasi, persaingan daya tarik, dan sebagainya dapat mengurangi keberhasilan dan mengakibatkan frustrasi. Sejumlah frustrasi berasal dari hambatan psikologik karena pertimbangan etika (atau susila kepantasan) dan realitas, misalnya masalah perkawinan. Bila halangan atau pertimbangan etika dikesampingkan, mungkin timbul rasa dosa dan rasa salah diri yang berkepanjangan. Sering kali manusia melakukan hal-hal yang ia sendiri mungkin tidak membenarkan, sehingga menimbulkan rasa tidak senang dan frustrasi.

POLA STRES SELALU MERUPAKAN MASALAH PRIBADI

Tiap individu mempunyai pola tertentu penyesuaian diri yang sangat unik (khas). Usia, jenis kelamin, kedudukan atau jabatan, status ekonomi dan hal-hal lain yang terikat pada pribadinya, semuanya turut menentukan. Seorang anak akan menghadapi suatu stres dengan pola yang berlainan dari seorang dewasa. Seorang pejabat memiliki pola penanggulangan stres yang berlainan dengan seorang tukang batu. Ditambah pula, pola penyesuaian itu dapat berubah selama perjalanan waktu. Peristiwa dalam kehidupan seperti kerugian finansiil, kecelakaan besar, kematian dalam keluarga dekat, semuanya mampu mengubah pola stres ditambah dengan faktor usia, tujuan-tujuan jangka panjang manusia dapat turut mengubah pola tersebut. Tetapi, yang paling penting ialah bagaimana manusia itu sendiri menilai pola stresnya dan evaluasinya. Perlu dipertimbangkan, bahwa situasi eksternal yang dialami dan dianggap penting oleh seseorang bagi yang lain mungkin tidak ada pengaruhnya sama sekali.

BERAT STRES

Sama halnya dengan beban yang diletakkan di sebuah jembatan, begitu pula dengan beban stres pada seseorang; makin lama stres berlangsung, makin berat stres tersebut dirasakan. Jumlah stres yang berurutan yang dialami seseorang, juga menentukan beratnya stres. Bila seseorang sekaligus mengalami peristiwa kehilangan pekerjaan, serangan jantung, dan ditinggal istri, maka jelas stres yang dialaminya lebih berat, dibandingkan dengan jika peristiwa-peristiwa itu tidak terjadi bersamaan. Efek kumulatif stres dapat menyebabkan seseorang sekonyong-konyong dapat "meledak pecah" sesudah terjadinya suatu stres yang (secara sepintas) mungkin ringan saja. Harus difahami bahwa individu dalam memandang suatu situasi tidak hanya mengenai faktanya saja, tetapi juga bagaimana dia menilai situasi vang baru itu berdasarkan kemampuan diri untuk mengatasinva. Hal-hal tersebut sangat penting untuk memahami kondisi sakit jiwa (mental illness).

REAKSI HOLISTIK (=MENYELURUH) MANUSIA DI BIDANG KESEHATAN JIWA

Pada dasarnya, reaksi manusia terhadap stres pada dasarnya bersifat menyerang (attack), menarik diri (withdrawal) atau kesepakatan berdamai (compromise). Masing-masing reaksi itu dapat terjadi secara terbuka (overt) atau tersamar (covert). Individu dapat menurunkan taraf aspirasinya (hasrat atau cita-cita) saat menghadapi kegagalan, atau meningkatkan upayanya untuk mencapai tujuan. Segala reaksi tersebut adalah upaya untuk mengimbangi problem sedemikian rupa sehingga dapat mencapai atau mempertahankan suatu keseimbangan psikobiososial untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya .

REAKSI PENYESUAIAN DIRI (ADAPTIF) SECARA LANGSUNG

Sikap menyerang (attack), menarik diri (withdrawal) dan sepakat berdamai (compromise) merupakan tindakan tindakan yang dapat dianggap langsung (direct) untuk menghadapi stres, dengan berbuat sesuatu sehingga situasi aslinya dapat di “lunak”kan (modify) atau di “ubah” (change). Reaksi menyerang (attack), reaksi agresi (mendobrak atau menyerang) atau reaksi bermusuhan (hostile) dimaksud untuk menghapus atau mengatasi halangan mencapai kepuasan. Banyak organisme bertindak agresif saat menjumpai halangan; yang paling sering ialah tindakan memperkuat emosi yang menjelma menjadi sikap permusuhan. Tetapi. hanya sejumlah kecil situasi stres saja yang dapat diatasi dengan cara demikian. Jika serangan langsung tidak berhasil, dan frustrasi tetap berlangsung, maka frustrasi, rasa tidak senang dan rasa sakit hati dapat dihubungkan dengan berbagai pribadi atau objek tertentu. Mereka itu kemudian dapat dijadikan sasaran dan sebab dari frustrasi dan blokade yang dialaminya. Dengan demikian, maka reaksi agresif (yang semula hanya bersifat aktivitas yang bertambah dan serangan langsung) kemudian diperkuat menjadi rasa benci. Sikap yang semula hanya berupa keinginan menyerang dapat ditambah dengan kecenderungan merusak (destroy). Jika individu merasa diperlakukan tidak adil, tidak disukai, atau tidak diberi kesempatan maju seperti orang lain (yang dianggap sama dengan dia), maka ia dapat menaikkan tegangan permusuhan, yang kemudian menjadi perilaku delinquent (melawan hukum).

Pencurian, perampokan, perusakan, pembakaran, perilaku seksual yang melawan hukum, dan penyerangan fisik terhadap orang-orang tertentu seringkali merupakan pola perilaku pembangkang (defiant behavior).

REAKSI PENYESUAIAN DIRI SECARA TIDAK LANGSUNG

Jika individu tidak melakukan reaksi penyesuaian secara langsung, maka ia akan menempuh jalan tidak langsung. Ia dapat melarikan diri (flight) atau menarik diri (withdrawal) atau mengurung diri dalam kondisi ketakutan (fear atau anxiety). Dalam kondisi itu, individu akan berkurang efektivitas dan efisiensi hidupnya, banyak upaya dan pekerjaannya tidak sesuai dengan yang diharapkan, seolah-olah sia-sia belaka. Individu tersebut makin lama makin hidup dalam dunia fantasinya dan jika tidak ditangani secara profesional dapat terjerumus dalam keadaan sakit jiwa (mental illness).

Pada umumnya individu yang terganggu kesehatan jiwanya terbagi dalam :

1. Pasien-pasien dengan jiwa yang relatif sehat (dapat bekerja dan berusaha seperti biasa) tetapi mengalami berbagai problem hidup yang kadang-kadang memerlukan orang lain (suami, isteri atau orang tua/saudara) untuk mencapai penyelesaian (solusi) yang sebaik-baiknya. Mereka dapat meminta nasihat (counseling) pada seorang profesional: psikiater, psychologist, educator, social worker, certified nurse dan profesional lain. Dianjurkan tidak menghubungi ahli nujum, dukun magician, dan sejenis karena pengetahuannya tidak didasarkan atas asas-asas ilmiah modern.

2. Pasien neurosis khronis, psikosomatis khronis dan pasien neuropsikiatrik perlu diobati oleh psikiater atau dokter nonpsikiater yang berpengalaman.

3. Pasien dengan kondisi mendesak, atau tak terkendali.

Sering mengeluh konsentrasi menurun, fokus pikiran kabur, mendengar bisikan suara (halusinasi) dan pikiran-pikiran curiga dan bersifat mengejek atau menganggap dirinya "jahat" (paranoid) dianjurkan segera berkonsultasi dengan psikiater.

(Cermin Kedokteran)